Oleh: wahdahsamarinda | Maret 20, 2008

Manhaj Para Rasul Dalam Berdakwah Kepada Allah

Kamis, 6 September 2007 16:20:13 WIB

MANHAJ PARA RASUL DALAM BERDAKWAH KEPADA ALLAH

Oleh
Syaikh DR. Muhammad bin Musa Alu Nashr

Saya jelaskan beberapa point penting diantaranya.

[1]. Diantara Tanda Manhaj Dakwah Para Nabi Yang Jelas Adalah Ikhlas
Mereka ikhlas berdakwah dengan hanya mencari wajah Allah. Ikhlas merupakan ruh amal shalih, sedangkan dakwah kepada Allah merupakan amal shalih dan ketaatan yang paling utama yang bisa mendekatkan seorang da’i kepada Allah. Demikian Allah memerintahkan kita berbuat ikhlas.

Ikhlas merupakan syarat diterima dan selamatnya suatu amalan. Allah tidak akan menerima satu perbuatanpun kecuali dengan keikhlasan mencari wajah Allah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: wahdahsamarinda | Maret 20, 2008

Dimana Allah..?

Kamis, 15 Nopember 2007 14:02:15 WIB

DIMANA ALLAH..?

Oleh
Syaikh Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani

Suatu ketika syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani rahimahullah pernah bertemu dengan salah seorang pemimpin partai Islam (dari Aljazair), Ali bin Hajj. Syaikh mengetahui sangat detail tentang kejadian yang terjadi pada mereka, dan telah sampai berita kepada beliau bahwa partai mereka mendapat dukungan jutaan pendukung. Diantara pertanyaan yang dilontarkan syaikh kepadanya yaitu yang saya nukil secara ringkas disini :

Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani rahimahullah bertanya : “Apakah setiap orang yang bersamamu (yang mendukung partaimu) mengetahui bahwa Allah bersemayam di atas Arsy?
Baca Lanjutannya…

Oleh: wahdahsamarinda | Maret 20, 2008

Shalat Taubat, Shalat Antara Adzan Dan Iqamah

Senin, 25 Februari 2008 14:07:38 WIB

SHALAT TAUBAT

Oleh
Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul

Sudah sepatutnya bagi seorang muslim untuk senantiasa berusaha bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, uga selalu merasa dalam pengawasan-Nya, serta tidak terjerumus ke dalam maksiat. Kalau toh dia berbuat dosa, maka dia akan segera bertaubat dan kembali ke jalan Allah.

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mensyariatkan shalat ini pada saat bertaubat.
Baca Lanjutannya…

enin, 20 Nopember 2006 08:08:36 WIB

MAKNA TAUHID ULUHIYAH DAN TAUHID ADALAH INTI DAKWAH PARA RASUL

Oleh
Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan

Uluhiyah adalah Ibadah.
Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan para hamba berdasarkan niat taqarrub yang disyari’atkan seperti do’a, nadzar, kurban, raja’ (pengharapan), takut, tawakkal, raghbah (senang), rahbah (takut) dan inabah (kembali/taubat). Dan jenis tauhid ini adalah inti dakwah para rasul, mulai rasul yang pertama hingga yang terakhir.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu’.” [An-Nahl : 36]

“Artinya : Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’.” [Al-Anbiya’ : 25]
Baca Lanjutannya…

Minggu, 26 Nopember 2006 10:25:55 WIB

TAUHID RUBUBIYAH DAN PENGAKUAN ORANG-ORANG MUSYRIK TERHADAPNYA

Oleh
Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan

Tauhid adalah meyakini keesaan Allah dalam Rububiyah, ikhlas beribadah kepadaNya, serta menetapkan bagiNya Nama-nama dan Sifat-sifatNya. Dengan demikian, tauhid ada tiga macam: Tauhid Rububiyah , Tauhid Uluhiyah serta Tauhid Asma’ wa Sifat. Setiap macam dari ketiga macam tauhid itu memiliki makna yang harus dijelaskan agar menjadi terang perbedaan antara ketiganya.

Makna Tauhid Rububiyah
Yaitu mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam segala perbuatanNya, dengan meyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Artinya : Allah menciptakan segala sesuatu …” [Az-Zumar: 62]

Bahwasanya Dia adalah Pemberi rizki bagi setiap manusia, binatang dan makhluk lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Artinya : Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, …” [Hud : 6]
Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori